0
FILSAFAT SAINS
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
.........................................................................................................i
KATA PENGANTAR ....................................................................................................iii
DAFTAR ISI
...................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................1
1.1. pengantar………………...........................................................................................1
1.2. latar blakang
masalah..............................................................................................2
BAB II PEMBAHSAN ………........................................................................................4
A. Pengertian Filsafat Dan Sains.....………………………..........................................4
B.
Matahari Dan Bulan
Beredar Menurut Perhitungan ..........................................4
C. Tebelahnya Bulan…………………………………………….................................5
D. Kehiupan Dan Makhluk Hidup Di Langit……………........................................5
BAB V PENUTUP
.......................................................................................................27
5.1. Kesimpulan
...........................................................................................................27
5.2. Saran
.....................................................................................................................27
Segala puji dan syukur saya panjatkan ke Hadirat Alloh SWT, karena berkat qudrot, irodat dan inayah –Nya makalah FILSAFAT DAN SAINS ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas agama tentang Filsafat sains.
Saya menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, demi kesempurnaan makalah selanjutnya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya mendapatkan inspirasi dalam pembuatan makalah ini. Semoga Alloh SWT membalas kebaikannya dengan pahala yang banyak. Amin.
Terlepas dari kekurangan-kekurangan makalah ini, saya berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadi amal sholeh bagi saya. Amiin Ya Robbal 'aalamiin.
Aryani
Agustiawati
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Pengantar
Hakikat
alam semesta merupakan fenomena yang ajaib. hakikat alam semesta sebagai wahana ilmu
bagi manusia. hakikat alam
semesta mengajarkan kepada kita apa yang dapat dijadikan pelajaran bagi
manusia. alam semesta merupakan tanda dari kekuasaan Allah. hakikat alam semesta adalah suatu ilmu
yang mempelajari apa sebenarnya fungsi alam semesta bagi kita, apa sebenarnya
tujuan diciptakannya alam semesta, apa menfaat alam semesta bagi kita dan
lain-lain.
Dari Makalah hakikat
alam semesta ini
menganalisis secara mendalam bagaimana kejadian alam semesta ini. Alam semesta adalah media pendidikan sekaligus
sebagai sarana yang digunakan oleh manusia untuk melangsungkan proses
pendidikan. Didalam alam semesta ini
manusia tidak dapat hidup dan “mandiri” dengan sesungguhnya. Karena antara
manusia dan alam semesta saling membutuhkan dan saling melengkapi antara satu
dengan yang lainnya. Dimana alam semesta ini butuh manusia untuk merawat dan
memeliharanya sedangkan manusia butuh alam semesta sebagai sarana berinteraksi
dengan manusia lainnya.
Begitu dekat hubungan antara sains dan
filsafat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang
yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi
sangat diperlukan oleh mahasiswa filsafat. Sesungguhnya perluasan yang terjadi
pada sains ini membuat lebih dan lebih susah bagi para filsuf untuk
menguasainya. Hal ini mendatangkan sebuah sifat kerendahan hati yang sehat.
Berbagai system yang sudah jadi dan dibangun (dikonstruksi) tanpa
mempertimbangkan hasil observasi dan eksperimen senantiasa kurang dihormati.
Filsafat saat ini cenderung langsung menganalisa secara kritis konsep-konsep
dan mempelajari berbagai makna dan nilai. Arti filsafat tidak lebih sebagai
studi logis dan humanistis atas berbagai hal. Bagaimanapun juga filsuf yang
ideal mesti menguasai sebanyak-banyaknya sains khusus.
1.2 Latar
Belakang
Alam
semesta merupakan realitas yang dihadapi oleh manusia, yang sampai kini baru
sebagian kecil saja yang dapat diketahui dan diungkap oleh manusia. Bagi
seorang ilmuwan akan menyadari bahwa manusia diciptakan bukanlah untuk
menaklukkan seluruh alam semesta, akan tetapi menjadikannya sebagai fasilitas
dan sarana ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dari potensi manusia yang
sudah ada saat ajali.
Proses
pendidikan yang berlangsung di dalam interaksi yang pruralistis (antara subjek
dengan lingkungan alamiah, sosial dan cultural) amat ditentukan oleh aspek
manusianya. Sebab kedudukan manusia sebagai subyek didalam masyarakat, bahkan
didalam alam semesta, memberikan konsekuensi tanggung jawab yang besar bagi
diri manusia. Manusia mengemban amanat untuk membimbing masyarakat, memelihara
alam lingkungan hidup bersama. bahkan manusia terutama bertanggung jawab atas
martabat kemanusiaannya (human dignity).
Di dalam perspektif Islam, alam
semesta merupakan sesuatu selain Allah Swt. Oleh sebab itu, alam semesta bukan
hanya langit dan bumi, namun meliputi seluruh yang ada dan berada di antara
keduanya. Bukan hanya itu, di dalam perspektif Islam alam semesta tidak saja
mencakup hal-hal yang konkrit yang dapat diamati melalui panca indera manusia,
tetapi alam semesta juga merupakan segala sesuatu yang keberadaaannya tidak
dapat diamati oleh panca indera manusia.
alam semesta merupakan ciptaaan
Allah Swt yang diperuntukkan kepada manusia yang kemudian diamanahkan sebagai
khalifah untuk menjaga dan memeliharaan alam semesta ini, selain itu alam
semesta juga merupakan mediasi bagi manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan
yang terproses melalui pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Filsafat
Dan Sains
1.1. Definisi Filsafat
1.1. Definisi Filsafat
Filsafat didefinisikan sebagai "kebijaksanaan" . Kata
filsafat atau philosophy, berasal dari bahasa Yunani yaitu Sophia yang berarti
kebijaksanaan dan Philein yang berarti mencintai. Jadi, filsafat adalah
semata-mata mencintai kebijaksanaan.
Dari sekian pembagian ilmu dan pembahasan yang membicarakan
filsafat, agaknya ada satu hal yang mendapat porsi lebih utama dari yang
lainnya, dan yang satu hal ini dinamai dengan berbagai macam nama yang
maksudnya tetap sama yaitu , filsafat tinggi (’ulya), filsafat utama (aula),
ilmu tertinggi ( a’la), ilmu universal (kulli), teologi (Ilahiyah), dan
filsafat metafisika.
Ketika perhatian para filsuf kuno tentang filsafat ini lebih
tercurah pada masalah filsafat tinggi, maka akhirnya kita bisa melihat arti
filsafat menurut para filsuf kuno yang terbagi menjadi dua, pertama adalah arti
yang umum ; yaitu berbagai ilmu pengetahuan yang rasional dan yang kedua adalah
arti khusus, yaitu : ilmu yang berhubungan dengan ketuhanan (Ilahiyah) atau
filsafat tinggi yang nota benenya adalah pecahan dari filsafat teoritis.
Sedangkan menurut terminologi muslimin, filsafat adalah nama bagi seluruh ilmu
rasional dan bukan nama dari satu ilmu tertentu.
1.3 Definisi Sains
Kata sains berasal dari bahasa latin ”
scientia ” yang berarti pengetahuan.memandang dan mengamati keberadaan
(eksistensi) alam ini sebagai suatu objek. Berdasarkan Webster New Collegiate
Dictionary definisi dari sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui
pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran
umum dari hukum – hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan
melalui metode ilmiah.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sains berarti(1) ilmu
teratur (sistematis) yang dapat diuji kebenarannya; (2) ilmu yang berdasarkan
kebenaran atau kenyataan semata (fisika, kimia dan biologi). Sains pada
prinsipnya merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan
mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari
pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan
suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode
yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah (observasi, eksperimen, survey,
studi kasus dan lain-lain.
Istilah common sense sering dianalogikan
dengan good sense, karena seseorang dapat menerima dengan baik. Jadi, kaitannya
dengan sains, sains beranjak dari common sense, dari peristiwa sehari-hari yang
dialami manusia namun terus dilanjutkan dengan suatu pemikiran yang logis dan
teruji. Sains merupakan suatu metode berpikir secara objektif. Tujuannya
menggambarkan dan memberi makana pada dunia yang faktual. Sains adalah gambaran
yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu
hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms). Sains dalam hal
ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan
menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan
fenomena – fenomena yang terjadi di alam 2
Bahasa yang lebih sederhana, sains adalah cara ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan menggunakan metode tertentu.
Bahasa yang lebih sederhana, sains adalah cara ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan menggunakan metode tertentu.
Sains dengan definisi diatas
seringkali disebut dengan sains murni, untuk membedakannya dengan sains
terapan, yang merupakan aplikasi sains yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
B.
Matahari Dan Bulan
Beredar Menurut Perhitungan
Dalam Qur'an Mulia tertulis bahwa
matahari tidak diam, tapi bergerak pada garis edarnya :
36:38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
31:29. Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
21:33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
36:38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
31:29. Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
21:33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Hal
ini sama sekali bukan berarti bahwa Matahari mengelilingi Planet, atau bumi
sebagai pusat tata surya. Padahal Qur'an tak pernah menulis Matahari
mengelilingi bumi, tapi Qur'an menulis Matahari mempunyai garis edarnya
sendiri.
Dan
ini telah terbukti secara ilmiah jika memang Matahari itu mempunyai garis edar
sendiri menglilingi galaksi kita. Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di
dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis
edar tertentu. Kenyataan yang lebih dulu disampaikan dalam Al-Qur'an ini baru
diungkapkan pengamatan astronomi dizaman kita. Menurut pengamatan, matahari,
sebagai pusat tata surya galaksi kita, ternyata matahari bergerak dengan
kecepatan yang luar biasa yaitu 720.000 Km/jam ke arah bintang Vega dalam
sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti Matahari diperkirakan
bergerak sejauh 17.280.000 Km/Hari.
Bersamaan
Matahari, seluruh planet yang ada dalam pengaruh gravitasi Matahari ikut pula
berjalan menempuh jarak ini . Selanjutnya semua bintang dalam galaksi yang lain
di alam semesta pun berjalan dalam gerakan yang terencana sehingga banyak
sekali garis-garis edar atau jalan lintasan bagi setiap benda angkasa termasuk
galaksi lain.
Terdapat sekitar 2 milyar galaksi di alam semesta dimana masing-masing galaksi terdiri dari 200 bintang, sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut berjalan dalam garis edarnya yang diperhitungkan sangat teliti.Selama Jutaan tahun, masing-masing beredar dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, Komet-komet pun beredar dalam lintasan yang yang ditetapkan Allah baginya.
Terdapat sekitar 2 milyar galaksi di alam semesta dimana masing-masing galaksi terdiri dari 200 bintang, sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut berjalan dalam garis edarnya yang diperhitungkan sangat teliti.Selama Jutaan tahun, masing-masing beredar dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, Komet-komet pun beredar dalam lintasan yang yang ditetapkan Allah baginya.
Kekuasaan
Allah tidak terbatas, pergerakan ini tidak hanya dimiliki oleh benda-benda
langit disetiap galaksi yang ada, tapi galaksi itu sendiri pun berjalan pada
kecepatan yang luar biasa dalam suatu peredaran yang terhitung dan terencana.
Selama pergerakan ini, tidak satupun benda-benda angkasa dan galaksi ini
memotong lintasan atau bertabrakan dengan yang lainnya.
Bahkan telah diamati sejumlah galaksi berpapasan 1 sama lainnya tanpa satu bagian dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. Jelas pada saat Al-Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop atau teknologi canggih untuk mengamati angkasa luar yang jaraknya jutaan kilometer dan tidak pula fisika atau pengetahuan astronomi modern.
Jika Bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari masih wajar pada masa ini, tapi bagaimana jika matahari berevolusi dalam galaksi dan bersamaan dengan itu maka galaksi itu sendiri berevolusi pula bersama galaksi-galaksi lainnya yang jauh lebih besar?
Terbayangkah bagaimana Maha Kuasa Allah yang tidak membutuhkan siapapun dalam mengatur alam semesta ini? Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Rasulullaah Muhammad SAW, tapi memang wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril pada Rasulullah Muhammad SAW.
Bahkan telah diamati sejumlah galaksi berpapasan 1 sama lainnya tanpa satu bagian dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. Jelas pada saat Al-Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop atau teknologi canggih untuk mengamati angkasa luar yang jaraknya jutaan kilometer dan tidak pula fisika atau pengetahuan astronomi modern.
Jika Bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari masih wajar pada masa ini, tapi bagaimana jika matahari berevolusi dalam galaksi dan bersamaan dengan itu maka galaksi itu sendiri berevolusi pula bersama galaksi-galaksi lainnya yang jauh lebih besar?
Terbayangkah bagaimana Maha Kuasa Allah yang tidak membutuhkan siapapun dalam mengatur alam semesta ini? Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Rasulullaah Muhammad SAW, tapi memang wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril pada Rasulullah Muhammad SAW.
C. Tebelahnya Bulan
1. Surat
Al-Qiyamah ayat 8-9
وَخَسَفَ الْقَمَرُ # وَجُمِعَ
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
“Dan
apabila bulan telah hilang cahayanya # Dan dikumpulkanlah matahari dan bulan”
2. Surat
Al-Qamar ayat
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ
وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan [Yang
dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran
kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi
Muhammad SAW].”
Kedua
ayat diatas menjelaskan fenomena kiamat. Hal ini ditandai dengan
term القيامةdalam ayat pertama sebagai runtutan Surat Al-Qiyamah. Ketika
kiamat tiba digambarkan cahaya bulan akan musnah saat kemudian ditabrakkan
dengan matahari. Melihat ayat ini, kita bisa ambil term khasafa yang
berarti hilang, tenggelam, musnah, bahwa pada hari kiamat seluruh ciptaan Tuhan
akan hancur—begitupun dengan bulan bisa lebur laksana abu. Penafsiran ini masih
normatif, sampai saat ini belum ada pencapaian ilmiah yang bisa menggambarkan
bagaimana mekanisme padamnya bulan dan bertabrakannya dengan matahari seperti
penjabaran ayat itu. Barangkali dalam benak kita bisa melukis peristiwa dahsyat
itu. Kembali, kita bererah diri, betapa keagungan Allah tiada tara.
seorang penyiar ternama Inggris James Burke
menghadirkan tiga ilmuwan NASA Amerika. Dalam wawancara itu penyiar mengkritik
besarnya biaya perjalanan ke luar angkasa yang mencapai puluhan bahkan ratusan
miliar dollar, padahal di dunia sendiri jutaan jiwa menjerit karena lapar,
sakit, kebodohan, dan keterbelakangan. Namun, ilmuwan itu menjawab bahwa berkat
perjalanan ruang angkasa ini sejumlah teknologi penting dikembangkan untuk
diagnosis dan pengobatan medis, industri, pertanian, dan lainnya. Lantas, penyiar
mengerucutkan kritiknya ihwal perjalanan ke bulan yang memboroskan dana lebih
dari 100 juta dollar. Para ilmuwan pun menampik bila perjalanan ke bulan telah
menunjukkan fakta dari misteri tersembunyi yang barangkali tak bisa diterima
publik. Si penyiar pun sontak bertanya “fakta apa itu?”. Para ilmuwan itu
menjawab, fakta itu adalah bahwa dahulu kala bulan pernah terbelah, kemudian
melekat lagi, hal ini ditandai dengan adanya bekas-bekas goresan mendalam
sepanjang permukaan bulan.
Sejak
cukup lama, telah beredar melalui internet sebuah gambar permukaan bulan yang
diklaim sebagai bukti pernah terbelahnya bulan sekaligus bukti ‘kebenaran’ ayat
di atas. Gambar aslinya dapat dilihat pada situs Badan Antariksa Amerika
(NASA). Di sana terlihat sebuah ngarai (semacam kanal kering) besar yang lurus
membentang, dan mengesankan sebuah bekas patahan atau belahan yang tersambung
kembali. Tetapi, jika kita bersedia membaca lebih jauh keterangan dari NASA
mengenai gambar tersebut, orang akan berpikir ulang untuk menyatakan bahwa
ngarai tersebut merupakan bekas terbelahnya bulan.
Beberapa
fakta tentang bentukan alam di bulan tersebut:Ilmuwan menyebutnya sebagai Rille atau
RIMA. Meskipun ada banyak spekulasi tentang asal muasal kejadiannya, tetapi
pendapat terkuat menyatakan bahwa ia merupakan bekas kanal atau saluran lava
yang keluar dari perut bulan di masa lampau. Khusus yang berbentuk lurus
seperti Rille Ariadaeus ini, diduga merupakan patahan tanah yang turun di
antara 2 sesar kerak bulan yang sejajar. Rille mempunyai berbagai macam bentuk.
Lurus dan panjang seperti gambar di atas adalah salah satunya. Sisanya ada yang
seperti aliran sungai sebagaimana di bumi. Mereka ditemukan di hampir semua
titik di permukaan bulan. Rille tidaklah sepanjang yang diperkirakan. Meskipun
ada yang mencapai ratusan kilometer ,tetapi tidak ditemukan Rille yang
mengelilingi seluruh permukaan bulan. Jika bulan pernah terbelah dua dan Rille
tersebut adalah bukti bekas belahannya, tentunya kita bisa harapkan bahwa Rille
tersebut membentuk garis yang mengelilingi bulan. Rille pada gambar di atas
seolah membelah bulan karena sudut pengambilan gambarnya. Panjangnya hanya
sekitar 300 km atau 1/36 dari 10.921 km keliling permukaan bulan.
Selanjutnya,
Agus Purwanto, D.Sc dosen dan Ahli Fisika ITS, menafsirkan ayat 1 QS. Al-Qamar
ini bersandar pada riwayat sebagai mukjizat Nabi, hal ini bisa menjadi bahan
kajian lebih lanjut. Agus memberikan proposisi; Bulan terbelah, apa implikasi
yang dapat dideteksi sampai kini? Satu hal yang bisa kita lihat sendiri adalah
dua kali dalam sebulan, bulan Nampak seperti setengah lingkaran. Setelah
setengah lingkaran kedua, tampakan bulan terus mengecil dan menjadi seperti
sabit kembali sampai akhirnya tak nampak.
Kesimpulan
yang bisa dipetik, bahwa ayat dan hadist menjelaskan fakta bila bulan pernah
terbelah. Jikalau belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan itu, tidak seharusnya
kita mengurangi keimanan. Allah Maha Kuasa untuk membelah bulan. Dan Ia pun
kuasa untuk menyatukannya kembali, dengan ataupun tanpa bekas. Semuanya begitu
mudah bagi Allah, begitu. Alangkah indahnya, bila kita tak berhenti dan selalu
berusaha meneliti keagungan ayat-ayat Tuhan ini.
D. Kehiupan Dan Makhluk Hidup Di Langit
Semesta
raya ini berasal dari Alma' yang diberi Rawasia. Rawasiya merupakan turunan kata rasa /meneguhkan, mengikat, menambat/, dan
dengan demikian memiliki arti peneguh, pengikat, penambat atau gaya alami yang
menyusun tata letak dan tata gerak semesta.
Para ilmuwan
sendiri telah merumuskan empat gaya alami yang mengatur matematika tata letak
dan tata gerak semesta. Pertama adalah gravitasi yang membuat materi bermassa saling
tarik. Kedua adalah elektromagnetika yang bekerja pada muatan listrik yang
diam dan bergerak, termasuk antara inti atom dan elektron. Ketiga adalah interaksi lemah yang mengikat inti atom. Dan keempat
adalah interaksi kuat yang mengikat partikel yang menyusun
inti atom.
Dengan berbagai sistem Rawasia itu
terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan
sebagaimana yang terlihat sekarang. Namun meski semua benda-benda angkasa,
terutama planet-planet memiliki Rawasia tetapi masing-masingnya mempunyai daya
tarik yang berbeda. Hal itu tergantung pada jarak sesuatu planet dari matahari
selaku titik pusat yang dikitari.
Semakin dekat suatu planet pada matahari
semakin kecillah daya tarik magnetnya dan semakin teballah atmosfir yang
melingkupi planet itu. Sebaliknya bila suatu planet jauh dari matahari maka
nilai tarik magnetnya lebih besar dan atmosfirnya lebih tipis. Demikian pula susunan
bintang-bintang yang mengorbit dalam daerah suatu galaksi, berbeda-beda pula
nilai tariknya. Bumi dan planet lainnya memiliki Rawasia dengan sistem yang
dinamakan Simple, untuk contohnya kita pakai planet bumi ini sendiri: Dari
utara keselatan membujur Rawasia atau batang magnet yang memutar bumi ini 3600 dalam waktu 24 jam /tepatnya 23 Jam 56
menit/.
Hal itu berlaku berkepanjangan. Kutub
utara bumi adalah ujung Rawasia dengan magnet negatif dan diselatannya positif,
yaitu kebalikan dari unsur magnet yang dimiliki matahari pada kedua kutubnya,
dan hal inilah yang menyebabkan adanya tarik menarik antara bumi dan matahari
disepanjang jaman. Bumi berputar disumbunya sambil beredar mengelilingi
matahari pada jarak tertentu yang diperkirakan sejauh 93.000.000 mil.
Kutub utara bumi menarik unsur positif
dari permukaan matahari sembari membuang unsur negatif yang ditarik oleh kutub
utara matahri. Kutub selatan bumi menarik unsur negatif sembari membuang unsur
positif yang ditarik oleh kutub selatan matahari.
Unsur magnet yang dikutub utara dan
selatan bumi berpapasan dalam perut bumi dan perantukannya bisa menimbulkan
gempa dan letusan gunung. Jadi magnet bumi ini hanya keluar dikutub-kutubnya
dan karenanya permukaan planet ini membeku praktis dipakai untuk tempat
kehidupan. Fungsi Rawasia yang demikian kita namakan dengan sistem Simple.
Kalau orang memperhatikan kedudukan pool
magnet bumi di utara dan di selatan,terbuktilah bahwa pool atau ujung Rawasia
itu senantiasa berpindah tempat sejauh maximal 100 dari kutub putaran bumi atau sejauh
1.100 kilometer. Hal ini cocok dengan maksud ayat berikut
Dan Dia tempatkan Rawasia di bumi untuk
memberi kekuatan padamu, dan siang-siang dan garis edaran agar kamu mendapatkan
petunjuk, dengan kompas dan dengan matahari /bintang-bintang/ mereka /akan/
mendapat petunjuk.(QS. 16:15-16)
Maksudnya adalah
bahwa adakalanya matahari tepat menyinari daerah equator bumi, waktu itu
tercatat tanggal 21 Maret dan 22 September. Jika pada kedua tanggal itu orang
memperhatikan kompas akan kelihatanlah kedua jarumnya tepat menunjuk kearah
utara dan selatan kutub putaran bumi. Ini memperlihatkan bahwa antara kedua
ujung Rawasia bumi terbentuk segitiga sama kaki dengan matahari sebagai titik
sudut ketiga.
Adakalanya matahari itu miring keselatan,
penanggalan waktu itu mencatat tanggal 22 Desember, berlakulah puncak musim
panas dibelahan selatan bumi dan puncak musim dingin dibelahan utara bumi.
Sebaliknya tanggal 21 Juni, matahari berada maksimal diutara dan berlakulah
siang yang panjang dibelahan utara bumi dan malam yang panjang dibelahan
selatan.
Pada
kedua tanggal itu orang akan dapat memperhatikan bahwa jarum kompas berpindah
sejauh 100 dari kutub
utara putaran bumi karena sebagai dikatakan tadi : Ujung Rawasia bumi
senantiasa membentuk segitiga sama kaki dengan matahari. Bumi yang beratnya
sekitar 600 trilyun ton tidak jatuh pada matahari karena daya lantingnya
(centrifugal) dalam mengorbit, sebaliknya dia tidak terlanting jauh keluar
garis orbitnya ditahan oleh daya jatuhnya /gravitasi/ pada matahari sebagai
pusat orbit. Daya lanting bumi dan daya jatuhnya sama besar disebut orang
dengan Equillibrium, karena itu sampai sekarang bumi yang kita diami ini
senantiasa berputar beredar mengelilingi matahari. AlQur'an sering menjelaskan
persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa, tidak bertiang dan tidak
bertali, semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang
berlaku sebagai tenaga sentrifugal dan gaya tarik universal yang menyebabkan
setiap planet itu berputar disumbunya sembari membawanya berkeliling matahari.
Lidah api di fotosfer terkadang
mengembang hingga ribuan kilometer. Kegiatan yang terjadi di kromosfer ini
dikenal sebagai protoberans, yang merupakan ledakan kecil yang mendadak terjadi
dan lenyap, tergantung dari medan magnet matahari. Kromosfer juga
memperlihatkan hal yang sama dengan skala lebih kecil disebut spikula, dan
gerakan spikula tersebut tampak sebagai sel-sel kasar disebut
supergranulasi.Aktivitas terbesar matahari yaitu prominensa, yang berarti
kemilau aliran hidrodgen yang terpancar dari korona hingga tibuan kilomete. Tetapi, jauh sebelum mereka sampai
pada pemikiran itu, empat belas abad sebelumnya al-Qur’an telah
mengungkapkannya melalui ayat-ayatnya yang mengajak manusia berpikir tentang langit
dan isinya. Menurut al-Qur’an jin lebih dulumenembus ruang angkasa. Begitu
jauhnya jin menembus langit sampai-sampai mendengar suara-suara di langit. Hal
itu disebutkan dalam Al-Qur’an :
“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui
(rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan
panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat
dilangit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang
barangsiapa yang (mencoba)mendengar-dengarkan seperti itu tentu akan menjumpai
panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (al-Jin:
8-9)
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dan Saran
Begitulah uraian singkat
mengenai kandungan Kitab Suci al-Qur’an. Kalau kita perhatikan, setiap ayat
al-Qur’an mengandung mukjizat yang mengalahkan sains dan, memang selamanya
al-Qur’an akan menjadi mukjizat! Kelak, ketika sains mencapai puncak
keberhasilannya, akan semakin jelaslah keilmiahan kandungan al-Qur’an, yang mau
tidak mau manusia sejagad akan mengakuinya.