Cinta adalah
komposisi rasa dalam hati yang meradiasikan gelombang cahaya yang berbeda bagi
setiap insan yang bisa merasakannya, spektrum gelombang cinta beraneka warna
serta memiliki panjang gelombang yang berbeda, juga berasal dari dimensi ruang
dan waktu yang berbeda pula. Induksi magnetik cinta itu sangat berdaya,
potensionya bisa menarik apa saja. Bukan hanya besi namun juga hati yang lunak
dapat terseret dalam vortex arusnya. Saat cinta bervibrasi dalam kalbu, niscaya
getaran-getaran partikelnya akan beraturan ~ beresonansi membentuk serenade
frekuensi yang mendivergensi gelombang nurani untuk berdenyut impulsif bahkan
bergelora bak gelombang tsunami di samudera. Cinta adalah sinyal-sinyal
bermuatan dalam hati yang terciptakan untuk memberikan ketenangan jiwa bagi
sesama, alam, dan dunia. Cinta dimunculkan untuk memelihara alam yang sudah
diciptakan Tuhan Maha Semesta.
Cinta adalah produk dari osilasi muatan-muatan kasih yang membangkitkan energi
positif dan juga energi negatif dalam jiwa, cinta sama seperti elektron dalam
logam yang mudah terpengaruh bujuk rayu dan cumbu secuplik medan listrik.
Akibatnya, cinta tereksitasi dari hati dan terionisasi manifestonya menjadi
sikap dan perilaku seseorang. Cinta bertipikal sama dengan elektron pada material
semikonduktor yang bermunajat pada pita valensi yang bisa bertransisi ke pita
konduksi jika mendapat energi luar maupun medan listrik yang berarti cinta
dapat mengubah posisinya bila energi menyapanya.Bayangan cinta menjadi tegak,
nyata, dan diperbesar setelah melewati suryakanta penjiwaan yang memiliki
panjang fokus positif. Dengan titik api yang optimal, bayangan tersebut
terpatri dalam mental fisikalis.Cinta adalah komposisi rasa dalam hati yang meradiasikan gelombang
cahaya yang berbeda bagi setiap insan yang bisa merasakannya, spektrum
gelombang cinta beraneka warna serta memiliki panjang gelombang yang berbeda,
juga berasal dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda pula (Cinta dalam Kaidah
Fisika). Cinta membuat pegas jantung
bervibrasi, seperti atom-atom diatomik dalam molekul yang tak pernah berhenti
bergetar. Semakin besar getaran cinta semakin membara temperatur cinta yang
membakar jantung ini. Temperatur cinta yang membara mampu memperbesar energi
kinetik benih cinta. Energi kinetik cinta inilah yang selalu ingin membawa kita
selalu berada dekat darinya. Cinta adalah sinyal-sinyal
bermuatan dalam hati yang terciptakan untuk memberikan ketenangan jiwa bagi
sesama, alam, dan dunia. Cinta dimunculkan untuk memelihara alam yang sudah diciptakan
Tuhan Maha Semesta.
Cinta adalah produk dari osilasi muatan-muatan kasih yang membangkitkan energi
positif dan juga energi negatif dalam jiwa, cinta sama seperti elektron dalam
logam yang mudah terpengaruh bujuk rayu dan cumbu secuplik medan listrik.
Akibatnya, cinta tereksitasi dari hati dan terionisasi manifestonya menjadi
sikap dan perilaku seseorang. Cinta bertipikal sama dengan elektron pada
material semikonduktor yang bermunajat pada pita valensi yang bisa bertransisi
ke pita konduksi jika mendapat energi luar maupun medan listrik yang berarti
cinta dapat mengubah posisinya bila energi menyapanya. http://fisikarudy.com/2009/11/17/fisika-…Pantulan cahaya cinta dapat
membuat otot-otot mata menjadi lemah, sehingga lensa mata kita tak dapat lagi
mencembung atau mencekung ketika bayangan cinta melintas. Itu membuat bayangan
cinta selalu terlihat indah di otak kita. Tetapi aku tak pernah kehilangan cara
untuk melihatnya bayangan cinta agar tetap tegak, nyata, dan diperbesar. Dengan
menggunakan lensa cembung yang memiliki panjang fokus positif, ku letakkan
cinta di ruang dua atau tiga. Dari sinilah bayangan nyata, tegak dan diperbesar
akan selalu terpatri dalam hati.Semakin besar emisivitas cinta
(e), semakin besar energi radiasi pesona cinta (P). Karena emisivitas cinta
berbanding lurus dengan energi cinta Ini dapat
membuat otak kita tidak bisa berpikir rasional. Energi radiasi yang besar
mempengaruhi atom-atom dalam hati kita bergetar sangat cepat, menimbulkan
induksi magnet cinta dalam hati. Induksi magnetik cinta itu sangat berdaya,
potensionya bisa menarik apa saja. Bukan hanya besi namun juga hati yang lunak
dapat terseret dalam vortex arusnya. Saat induksi magnetik cinta (B)
tumbuh, partikel-partikel cinta (q) tidak bisa diam. Partikel-partikel cinta
tertarik oleh gaya Lorentz cinta (F) Gaya Lorentz cinta inilah
yang menghasilkan energi rindu saat jauh darinya. Semakin jauh darinya (s makin
besar), makin besar pula energi rindu yang tertahan, karena energi rindu W
adalah F x s. Itulah sebabnya cinta berbanding lurus dengan energi rindu. Saat
cinta tumbuh dalam kalbu, getaran-getaran partikelnya beresonansi menghasilkan
frekuensi cinta. Frekuensi ini yang mendivergensi gelombang nurani untuk
berdenyut impulsif bahkan bergelora bak gelombang tsunami di samudera kalbu.